Pada kebanyakan perokok, umumnya ikatan psikologis dengan rokok karena adanya kebutuhan untuk mengatasi diri sendiri dengan mudah dan efektif. Rokok dibutuhkan sebagai alat kesimbangan. Berhenti merokok bukan sesederhana seperti mengganti rokok dengan yang lain, namun lebih dari itu dimana berhenti merokok akan menyentuh aspek kejiwaan yang sangat mendasar yang selama ini telah memberikan ketenangan, mengurangi ketegangan, mengatasi kegelisahan, mengalihkan pikiran, dan dibutuhkan sebagai teman di saat krisis dan lain-lain.
Bagi bukan perokok, pemenuhan kebutuhan psikologis tersebut dapat diperoleh dari mana saja! Tapi bagi perokok hanya mempunyai 1 pilihan untuk mengatasi segalanya yaitu rokok! Untuk memutus keeratan hubungan antara perokok dan rokok tanpa menggantikannya dengan hal lain yang memadai akan membuat perokok merasa bingung, kesal dan kadang kehilangan kendali diri. Stop merokok dapat menjadi sangat sulit, namun kenyataan banyak orang di dunia ini telah berhasil melakukannya. Yang membantu keberhasilan berhenti merokok adalah
- Pemahaman akan diri sendiri tentang alasan mengapa merokok
- Pemahaman mengenai proses apa yang terjadi bila merokok
- Kemauan yang kuat dan komitmen untuk berhenti merokok.
Mengenali alasan atau penyebab mengapa merokok seperti faktor kebiasaan, kebutuhan mental atau kecanduan/ketagihan akan memberikan petunjuk yang sesuai untuk mengatasi gangguan fisik ataupun psikologis yang menyertai proses berhenti merokok. Berikut ini adalah gejala-gejala yang dapat dirasakan untuk mengenali alasan merokok.
1. Ketagihan
- Yang paling sering adalah rasa ingin sekali merokok
- Merasa tidak bisa hidup dalam setengah hari tanpa rokok
- Merasa tidak tahan kalau kehabisan rokok
- Sebagian kenikmatan merokok pada saat menyalakan rokok
- Kesemutan atau rasa ba'al di lengan dan kaki
- Berkeringat dan gemetar (adanya penyesuaian tubuh terhadap hilangnya nikotin)
- Gelisah, susah konsentrasi, sulit tidur, lelah atau pusing
•2. Kebutuhan Mental
- Merokok merupakan hal yang paling nikmat dalam kehidupannya
- Ada dorongan kebutuhan merokok yang kuat ketika tidak merokok
- Kalau merasa lebih berkonsentrasi waktu bekerja dengan merokok
- Kalau merasa rileks dengan merokok
- Kalau merokok saat menghadap masalah
•3. Kebiasaan
- Merasa kehilangan benda yang bisa dimainkan di tangan
- Kadang-kadang menyalakan rokok tanpa sadar
- Biasanya merokok dilakukan sesudah makan
- Menikmati rokok sambil minum kopi
Sekali terjerat rokok, susah melepaskannya, sementara itu bahan berbahaya ( sekitar 4000 bahan kimia berbentuk padat seperti tar, nikotin, dan gas seperti Carbon Monoksida/CO) terus tertimbun di dalam tubuh. ROKOK adalah BOM WAKTU. Mantapkan tekad untuk berhenti merokok, perkuat rasa percaya diri dan siap bersabar